Perancangan Foto Seri Tradisi Menangkap Ikan Snap Mor di Kampung Kakur Biak Numfor
Keywords:
Biak; foto seri; fotografi documenter; narasi visual; Snap Mor;Abstract
Latar belakang: Kampanye tentang dampak minuman keras memerlukan pesan yang dekat dengan pengalaman keseharian audiens. Dalam konteks Jayapura, hubungan pertemanan dan risiko berkendara setelah minum menjadi persoalan yang diangkat melalui cerita audiovisual.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan merancang video kampanye sosial bagi dewasa muda usia 20–24 tahun dan menjelaskan hubungan antara temuan lapangan dengan keputusan naratif serta visual.
Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis praktik. Bahan perancangan mencakup observasi empat hari pada satu toko di Waena, ringkasan wawancara dua informan berusia 29 dan 47 tahun, studi pustaka, serta dokumentasi produksi dan pemutaran karya. Data dibaca secara deskriptif untuk menyusun konsep, storyboard, dan produksi.
Hasil: Grafik observasi memuat 434 catatan dalam tiga kategori penulis, dengan kategori pembeli sebesar 96,31%. Wawancara menempatkan pertemanan dan dukungan keluarga sebagai bahan cerita. Karya berbentuk video drama berasio 16:9 dengan tujuh adegan yang menghubungkan ajakan minum, kecelakaan, dan keputusan kembali kepada keluarga. Dokumentasi memperlihatkan produksi menggunakan telepon pintar, penyuntingan di CapCut Desktop, dan pemutaran karya di Ebha Hekhe, Sentani.
Simpulan: Kontribusi penelitian terletak pada penerjemahan pengalaman lokal menjadi keputusan desain kampanye. Efektivitas terhadap pemahaman dan perubahan perilaku audiens belum diukur.
References
Akbar, A. A. (2025). Penerapan etno-jurnalisme dalam fotografi dokumenter. Specta: Journal of Photography, Arts, and Media, 9(2), 43–54. https://doi.org/10.24821/specta.v9i2.15128
Alyatalatthaf, M. D. M., & Kusumawati, D. (2023). Implementation of EDFAT technique in the creation of photo story about Galeri Foto Jurnalistik Antara. Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi, 19(2), 93–104. https://doi.org/10.24821/rekam.v19i2.9106
Anderson, K., Elder-Robinson, E., Howard, K., & Garvey, G. (2023). A systematic methods review of photovoice research with Indigenous young people. International Journal of Qualitative Methods, 22. https://doi.org/10.1177/16094069231172076
Asyhari, H., & Nisa, D. A. (2024). Perancangan video dokumenter sebagai media penyampai pesan pelestarian budaya di pesisir Desa Gisikcemandi. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(3), 1887–1898. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i3.10298
Brant, A. (2021). On the narrative potential of photobooks: An analysis of Alec Soth’s Niagara’s book. MATLIT: Materialities of Literature, 9(1), 149–166. https://doi.org/10.14195/2182-8830_9-1_9
Candela, A. G. (2019). Exploring the function of member checking. The Qualitative Report, 24(3), 619–628. https://doi.org/10.46743/2160-3715/2019.3726
Farahmand, M. (2017). Ethnography and photography: What kind of collaborations for what kind of communications? Anthrovision, 5(2). https://doi.org/10.4000/anthrovision.2658
Febrianto, W. A., Ermawati, P., & Marah, S. (2021). Tenun ikat Kediri dalam fotografi dokumenter. Specta: Journal of Photography, Arts, and Media, 5(2), 120–132. https://doi.org/10.24821/specta.v5i2.3745
Happy, H. R. D., & Verdiana, E. O. (2026). Evolusi narasi foto jurnalistik dalam foto story, seri fotografi, dan esai fotografi. Specta: Journal of Photography, Arts, and Media, 10(1), 49–62. https://journal.isi.ac.id/index.php/specta/article/view/17942
Hill, R. (2021). Contemporary photography practice: Expanded methodology and critical ways of thinking. DATJournal, 6(2), 431–442. https://doi.org/10.29147/dat.v6i2.414
Mellegård, V., & Boonstra, W. J. (2020). Craftsmanship as a carrier of Indigenous and local ecological knowledge: Photographic insights from Sámi duodji and archipelago fishing. Society & Natural Resources, 33(10), 1252–1272. https://doi.org/10.1080/08941920.2020.1729911
Mortensen Steagall, M. (2023). Immersive photography: A practice-led methodological approach to landscape photography research. LINK PRAXIS, 1(1), 209–242. https://doi.org/10.24135/link-praxis.v1i1.9
Padwa, A. A. M. (2019). Pewarisan nilai Snap Mor pada anak-anak dalam upaya pelestarian lingkungan laut di Kampung Mandori Distrik Bruyodari Pulau Numfor Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Papua, 1(1), 23–31. https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/jpmp/article/view/851/847
Pangestu, B. D. C. (2023). Mengemas budaya Indonesia dalam fotografi dokumenter. Danapati: Jurnal Ilmu Komunikasi, 3(2), 97–103. https://jurnal.ekadanta.org/index.php/danapati/article/view/236
Ramadhan, K. I., & Albar, Y. H. M. (2025). Candi Muaro Jambi dalam fotografi dokumenter. Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara, 1(8), 364–370. https://doi.org/10.59435/menulis.v1i8.594
Romarak Ap, A. (2018). Snap Mor (tradisi penangkapan ikan masyarakat Biak). Jurnal Ilmu Budaya, 6(2), 196–206. https://doi.org/10.34050/jib.v6i2.5459
Shena, & Karamoy, A. K. (2026). The photobook as a medium for cultural communication: Documentary photography and bamboo heritage in Dusun Ngadiprono. IKAT: The Indonesian Journal of Southeast Asian Studies, 8(1), 87–108. https://doi.org/10.22146/ikat.v8i1.117934
Wong, M. A. C., & Quitag, R. (2026). Photographing Panahíd: Capturing the shore as a hybrid space and fishing as an entangled phenomenon. Journal of Integrative and Innovative Humanities, 6(1), 113–129. https://so07.tci-thaijo.org/index.php/DJIIH/article/view/9097
Yanuarta, I. W. A., Ermawati, P., & Kusrini. (2018). Tradisi Mekare-kare di Desa Bali Aga Tenganan Pegringsingan dalam fotografi dokumenter. Specta: Journal of Photography, Arts, and Media, 2(1), 57–68. https://doi.org/10.24821/specta.v2i1.2468
Yusuf, T. S. Z., & Bella, D. R. (2024). Menangkap photographic moments di pelelangan ikan Muara Baru melalui pendekatan komposisi dan etnografi fotografi. Jurnalistik dan Media, 2(2), 40–55. https://doi.org/10.32722/jjm.v2i2.7141







