Archives

  • Fenomena Mabuk Akibat Miras Di Abepura
    Vol. 1 No. 2 (2025)

    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan merepresentasikan fenomena mabuk akibat konsumsi minuman keras (miras) melalui proses penciptaan karya seni tari kontemporer. Tujuan utama dari karya ini adalah menyampaikan pesan sosial dan edukatif mengenai bahaya miras terhadap kesehatan fisik, kondisi psikologis, dan hubungan sosial masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan narasumber utama, yaitu Dominggus Langer, seorang peminum miras yang mengalami dampak langsung dalam kehidupan pribadi dan sosialnya. Data tersebut diolah melalui proses reflektif dan kreatif dalam penciptaan tari, yang mencakup tahap eksplorasi, improvisasi, simbolisasi, dan koreografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karya tari mampu menyampaikan narasi emosional dan simbolik yang efektif dalam menggambarkan transisi kondisi seseorang dari sadar ke mabuk, serta dampaknya terhadap interaksi sosial. Gerakan-gerakan yang tidak stabil, ekspresi wajah, serta penggunaan simbol gerak berhasil mewakili kehilangan kontrol diri, konflik sosial, dan kerusakan relasi dalam masyarakat akibat alkohol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa seni tari kontemporer dapat menjadi media komunikasi yang kuat untuk mengangkat isu sosial, khususnya penyalahgunaan alkohol, melalui pendekatan yang estetis, empatik, dan edukatif. Karya ini diharapkan mampu menggugah kesadaran masyarakat dan mendorong perubahan perilaku sosial yang lebih sehat dan bertanggung jawab.