About the Journal

 

Journal title : Journal of Melanesia Visual Art
Initials : JMVA
Editor in Chief
: Muhammad Ilham Mustain Murda
Frequency : 2 Issues every year (Juni and Desember)
ISSN (online)
: XXXX-XXXX
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia Tanah Papua
   

Journal Summary

Journal of Melanesia Visual Art is an international, peer-reviewed scholarly journal dedicated to the study of visual art and visual culture in Melanesia. Its geographical focus includes, but is not limited to, Papua, Papua New Guinea, Fiji, Solomon Islands, Vanuatu, New Caledonia, and Melanesian diasporic communities worldwide. The journal treats visual art as a key entry point for understanding identity, collective memory, power relations, and socio-cultural dynamics in both traditional and contemporary Melanesian contexts.

   

 

Current Issue

Vol. 1 No. 2 (2025): Fenomena Mabuk Akibat Miras Di Abepura

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan merepresentasikan fenomena mabuk akibat konsumsi minuman keras (miras) melalui proses penciptaan karya seni tari kontemporer. Tujuan utama dari karya ini adalah menyampaikan pesan sosial dan edukatif mengenai bahaya miras terhadap kesehatan fisik, kondisi psikologis, dan hubungan sosial masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan narasumber utama, yaitu Dominggus Langer, seorang peminum miras yang mengalami dampak langsung dalam kehidupan pribadi dan sosialnya. Data tersebut diolah melalui proses reflektif dan kreatif dalam penciptaan tari, yang mencakup tahap eksplorasi, improvisasi, simbolisasi, dan koreografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karya tari mampu menyampaikan narasi emosional dan simbolik yang efektif dalam menggambarkan transisi kondisi seseorang dari sadar ke mabuk, serta dampaknya terhadap interaksi sosial. Gerakan-gerakan yang tidak stabil, ekspresi wajah, serta penggunaan simbol gerak berhasil mewakili kehilangan kontrol diri, konflik sosial, dan kerusakan relasi dalam masyarakat akibat alkohol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa seni tari kontemporer dapat menjadi media komunikasi yang kuat untuk mengangkat isu sosial, khususnya penyalahgunaan alkohol, melalui pendekatan yang estetis, empatik, dan edukatif. Karya ini diharapkan mampu menggugah kesadaran masyarakat dan mendorong perubahan perilaku sosial yang lebih sehat dan bertanggung jawab.

Published: 01-12-2025
View All Issues