Perancangan Anima si Bilingual “Monj Hen Wani” sebagai Media Pelestarian Bahasa Ibu di Kampung Enggros, Kota Jayapura

Authors

  • Nur Halisah Asaf Institut Seni Budaya Indonesia Tanah Papua Author
  • Syafiuddin2 Institut Seni Budaya Indonesia Tanah Papua Author
  • Hence Sahusilawane Institut Seni Budaya Indonesia Tanah Papua Author

Keywords:

Animasi. Bilingual, Bahasa ibu, Identitas, budaya, Kampung Enggros, Pelestarian, Bahasa,

Abstract

Bahasa ibu merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat, namun keberadaannya semakin terancam ketika tidak lagi digunakan secara aktif oleh generasi muda. Di Kampung Enggros, Kota Jayapura, bahasa Tobati-Enggros mulai jarang dituturkan dalam kehidupan sehari-hari karena pengaruh modernisasi, pendidikan formal, penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama, serta perubahan pola komunikasi generasi muda. Penelitian ini bertujuan merancang animasi bilingual “Monj Hen Wani” sebagai media edukatif untuk memperkenalkan kembali bahasa ibu kepada anak-anak dan remaja di Kampung Enggros. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, studi literatur, dan analisis 5W1H. Proses perancangan dilakukan melalui tahap pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi, yang meliputi pengembangan ide cerita, penyusunan naskah, desain karakter, storyboard, pembuatan latar visual, perekaman suara, animasi, penyuntingan, dan penyusunan media pendukung. Hasil penelitian menghasilkan animasi bilingual yang memadukan bahasa Tobati-Enggros dan bahasa Indonesia melalui cerita sekelompok siswa yang mengeksplorasi lingkungan hutan mangrove di Kampung Enggros. Animasi ini tidak hanya berfungsi sebagai media pelestarian bahasa ibu, tetapi juga sebagai sarana edukasi visual mengenai kepedulian lingkungan dan identitas budaya lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa animasi bilingual dapat menjadi strategi kreatif dalam desain komunikasi visual untuk mendekatkan bahasa daerah kepada generasi muda melalui media yang menarik, kontekstual, dan mudah diakses. Karya ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga bahasa ibu sebagai warisan budaya yang perlu digunakan, dipelajari, dan diwariskan secara berkelanjutan.

References

Adnyana, I. B. A., Sitawati, A. A. R., Ghafar, Z. N., & Hazaymeh, O. M.-A. A. (2025). Mother tongue matters: A critical study of indigenous language integration in formal education systems. Journal of Language, Literature, Social and Cultural Studies, 3(2), 1–12. Retrieved from https://ympn.co.id/index.php/JLLSCS/article/view/346

Aisyah, N., Panjaitan, S., Rambe, M. H., Ahadi, R., & Nasution, F. (2023). Studi pustaka: Konsep bilingualisme dan pengaruhnya terhadap perkembangan bahasa anak. Journal on Education, 5(2), 3788–3795.

Arsi, N. A., & Juhana, A. (2025). The role of animation in developing interactive learning for early childhood. BUHUTS AL-ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini. Retrieved from https://jurnal.uinsyahada.ac.id/index.php/alathfal/article/view/14243

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2024). Pelindungan bahasa dan sastra daerah. Jakarta, Indonesia: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Retrieved from https://badanbahasa.kemdikbud.go.id

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage.

Dwi, A., & Aprianti, I. (2021). Peran bahasa ibu dalam pembelajaran sekolah dasar kelas awal. Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/357189743

Kafryawan, W., & Zulihi. (2025). A revitalization of Tobati through illustrated lexicon for indigenous Papuan children. Modality Journal: International Journal of Linguistics and Literature, 5(1). Retrieved from https://ejournal.uinbukittinggi.ac.id/index.php/modality/article/view/9406

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage.

Sihite, M. R., & Sibarani, B. (2024). Technology and language revitalization in Indonesia: A literature review of digital tools for preserving endangered languages. International Journal of Educational Research Excellence, 3(2). doi:10.55299/ijere.v3i2.988

Suherman, D. (2020). Eksistensi bahasa daerah di era globalisasi. Jurnal Gramatika, 6(2), 198–206.

Sun, H., & Yin, B. (2020). Multimedia input and bilingual children’s language learning. Frontiers in Psychology, 11, 2023. doi:10.3389/fpsyg.2020.02023

Suparman, A., & Haryanto, D. (2020). Pengembangan storyboard sebagai alat bantu produksi animasi edukasi. Jurnal Desain Komunikasi Visual Nusantara, 6(1), 15–21.

Suyanto, M. (2005). Animasi digital. Yogyakarta, Indonesia: Andi.

UNESCO. (2022). International Decade of Indigenous Languages 2022–2032. Paris, France: UNESCO. Retrieved from https://www.unesco.org/en/decades/indigenous-languages

Yuliandari, I. G. A. A., & Aryanto, K. Y. (2020). Pembuatan animasi 2D sebagai media pembelajaran interaktif pada mata pelajaran IPA. Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika, 9(2), 45–52.

Published

17-12-2025

Issue

Section

Articles

How to Cite

Perancangan Anima si Bilingual “Monj Hen Wani” sebagai Media Pelestarian Bahasa Ibu di Kampung Enggros, Kota Jayapura. (2025). Jurnal Melanesia Visual Art, 1(1), 58-69. https://jurnal.isbi-tanahpapua.ac.id/index.php/jmva/article/view/23