Membingkai Papua dari Lensa Sendiri: Strategi Pelatihan Sinema Kontekstual dalam SansDay 2024
Keywords:
Dekolonisas,i visual, Pelatihan, film, Partisipasi, komunitas, Pembuat, film, muda, Papua, Sinema, kontekstualAbstract
Perkembangan film sebagai medium ekspresi budaya di Papua masih menghadapi tantangan struktural dan representasional yang kompleks. Keterbatasan akses terhadap pelatihan teknis, minimnya ruang produksi komunitas, serta dominasi narasi dari luar Papua menunjukkan perlunya strategi pelatihan sinema yang berpijak pada konteks lokal. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan program SansDay 2024: Filmmaking Workshop “Towards Jayapura Iamovie” yang diselenggarakan oleh Indonesia Art Movement (IAM) di Jayapura bersama Aranck Project. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, dokumentasi proses, dan wawancara dengan peserta serta fasilitator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SansDay 2024 tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis peserta dalam penulisan skenario, penyutradaraan, sinematografi, tata suara, dan penyuntingan, tetapi juga memperkuat kesadaran mereka tentang pentingnya narasi lokal dalam praktik sinema. Film pendek “Secangkir Kopi” yang diproduksi secara kolaboratif oleh peserta menjadi bukti konkret bahwa pelatihan partisipatif mampu melahirkan karya audio-visual yang dekat dengan realitas sosial masyarakat Papua. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan sinema kontekstual dapat menjadi strategi dekolonisasi visual dan pemberdayaan komunitas kreatif lokal. Artikel ini merekomendasikan replikasi model pelatihan serupa di wilayah lain, terutama di Indonesia Timur, serta integrasi metode pelatihan partisipatif dalam kebijakan pengembangan perfilman berbasis komunitas.
References
Ball, T., Hunter, L., & Barnes, A. (2022). Using active facilitation strategies to transfer ownership in teaching and mentoring contexts. Retrieved from https://escholarship.org/uc/item/2kn3j7k7
Borish, D., Cunsolo, A., Mauro, I., Dewey, C., & Harper, S. L. (2021). Moving images, moving methods: Advancing documentary film for qualitative research. International Journal of Qualitative Methods, 20, 1–14. https://doi.org/10.1177/16094069211013646
Ercole, P., Van de Vijver, L., & Treveri Gennari, D. (2020). Challenges to comparative oral histories of cinema audiences. TMG Journal for Media History, 23(1–2), 1–19. https://doi.org/10.18146/tmg.586
Fatubun, W. (2023). Papuan Voices: An initiative for decolonized filmmaking to document Indigenous people’s lived experiences in West Papua: Decolonizing visualities. Video Journal of Education and Pedagogy, 8(1), 1–15. https://doi.org/10.1163/23644583-bja10044
Hanindraputri, E. K., Purwasih, J. H. G., Inayah, N. A., Indah, P. D. P., & Syaifullah, K. (2024). Tindakan komunikatif dalam pembentukan ruang kreatif dan kesadaran kritis di Hetero Space Solo. Journal Human Resources 24/7: Business Management, 1(4), 54–63. Retrieved from https://www.jhr247.org/index.php/JHR247BISMA/article/view/139
Kent, E., Dirgantoro, W., & Udeido Collective. (2024). Udeido: Strategically amplifying disruptive Papuan narratives in Indonesia’s art centre. World Art, 14(2), 127–150. https://doi.org/10.1080/21500894.2024.2341123
Koningstein, M., & Azadegan, S. (2021). Participatory video for two-way communication in research for development. Action Research, 19(2), 218–236. https://doi.org/10.1177/1476750318762032
Leite, N. R. P., Leite, F. P., Nishimura, A. T., da Silva, M. A. B., & dos Santos, E. G. (2021). Film analysis in management research: Knowing why and how to use it. Gestão & Regionalidade, 37(112), 337–350. https://doi.org/10.13037/gr.vol37n112.7666
Maragh-Bass, A., Comello, M. L. G., Tolley, E. E., Stevens, D., Jr., Wilson, J., Toval, C., ... Hightow-Weidman, L. B. (2022). Digital storytelling methods to empower young Black adults in COVID-19 vaccination decision-making: Feasibility study and demonstration. JMIR Formative Research, 6(9), e38070. https://doi.org/10.2196/38070
Marzi, S. (2023). Participatory video from a distance: Co-producing knowledge during the COVID-19 pandemic using smartphones. Qualitative Research, 23(3), 509–525. https://doi.org/10.1177/14687941211038171
Mikelli, D., & Dawkins, S. (2020). VR kaleidoscope: Reconfiguring space and place through community-based media literacy interventions. Media Practice and Education, 21(1), 54–67. https://doi.org/10.1080/25741136.2019.1681223
Nursilah, M. S., Heniwaty, Y., & Rahayu, T. (2024). Seni dan identitas budaya di Indonesia. Padang, Indonesia: Takaza Innovatix Labs.
Philpott, S. (2018). This stillness, this lack of incident: Making conflict visible in West Papua. Critical Asian Studies, 50(2), 259–277. https://doi.org/10.1080/14672715.2018.1445537
Putra, R. H., Al-Farid, I. A., Purwanto, E., Hidayatullah, K. R., & Anugrah, M. R. P. (2025). Film dokumenter sebagai alat edukasi budaya untuk pembangunan komunitas. Jurnal Desain Komunikasi Visual, 2(3), 1–13. https://doi.org/10.47134/dkv.v2i3.4277
Santos, K. S., Ribeiro, M. C., Queiroga, D. E. U., Silva, I. A. P., & Ferreira, S. M. S. (2020). The use of multiple triangulations as a validation strategy in a qualitative study. Ciência & Saúde Coletiva, 25(2), 655–664. https://doi.org/10.1590/1413-81232020252.12302018
Tanamas, C. L., Santosa, N. S., & Cristiani, N. (2020). Theater as a media to introduce Papuan culture to millennial generation. Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi, 9(1), 38–43. https://doi.org/10.21070/kanal.v9i1.794






