Perancangan Animasi Iklan Layanan Masyarakat: Pencegahan Malaria di Kota Jayapura
Keywords:
Animasi, Iklan Layanan Masyarakat, Kota Jayapura, Malaria, PencegahanAbstract
Malaria hingga kini masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di Kota Jayapura. Tingginya angka penularan dipengaruhi oleh faktor lingkungan, kondisi geografis, serta rendahnya kesadaran masyarakat mengenai langkah pencegahan. Upaya edukasi kesehatan perlu dilakukan secara inovatif agar pesan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan merancang iklan layanan masyarakat berbentuk animasi dua dimensi yang difokuskan pada penyampaian pesan pencegahan malaria secara komunikatif, menarik, dan mudah dipahami. Metode yang digunakan adalah pendekatan Research and Development (R&D) atau penelitian dan pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan suatu produk tertentu, kemudian menguji keefektifan produk tersebut agar layak digunakan. dengan beberapa tahapan seperti pra-produksi, produksi, dan pascaproduksi. Desain pesan serta visualisasi animasi disesuaikan dengan konteks sosial budaya masyarakat lokal sehingga lebih relevan dan mudah diterima. Hasil yang diharapkan dari pengembangan media ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai malaria serta terbentuknya perilaku pencegahan, seperti penggunaan kelambu, menjaga kebersihan lingkungan, dan mengurangi genangan air. Media animasi dipilih karena terbukti efektif sebagai alat komunikasi visual, mampu menarik perhatian, serta meningkatkan daya ingat audiens terhadap pesan kesehatan yang disampaikan. Melalui rancangan animasi ini, diharapkan terjadi peningkatan kesadaran kolektif masyarakat Kota Jayapura untuk bersama-sama menekan angka penyebaran malaria, sekaligus menjadi strategi promosi kesehatan yang inovatif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di daerah endemis.
References
Anindita, S. (2019). Pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat terhadap malaria di wilayah kerja Puskesmas Hanura. Jurnal
Analis Kesehatan, 8(2).
Dinas Kesehatan Kota Jayapura. (2024, Juli 21). Sepanjang 2024 kasus malaria di Kota Jayapura masih tinggi capai 45.247
kasus. Warta Plus. https://wartaplus.com/read/19431/Sepanjang-2024-Kasus-Malaria-di-Kota-Jayapura-MasihTinggi-Capai-45247-Kasus
Dinas Kesehatan Kota Jayapura. (2024, Oktober 23). Dinkes Jayapura mencatat 132.539 kasus malaria hingga September
2024. Antara News Papua. https://papua.antaranews.com/berita/730549/dinkes-jayapura-mencatat-132539-kasusmalaria-hingga-september-2024
Fauziah, I., & Arbi, R. (2022). Efektivitas media video animasi dalam edukasi kesehatan. Media Gizi Indonesia, 18(2), 79–88.
https://e-journal.unair.ac.id/MGI/article/download/14913/12009/83028
Fitri, H. (2022). Hubungan kualitas lingkungan dengan kejadian malaria (wilayah endemis malaria, lingkungan kerja Puskesmas
Kaligesing, Kabupaten Purworejo tahun 2022).
Humaira, S., Nurjazuli, & Raharjo, M. (2024). Hubungan lingkungan dan perilaku terhadap kejadian malaria di Provinsi Aceh.
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Berantas malaria kelambu dipasang tidur tenang malaria hilang: Bahan
sosialisasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di Jayapura.
Pemerintah Kota Jayapura. (2025, Januari 13). Pemkot Jayapura secara aktif menemukan kasus malaria. Antara News Papua.
https://papua.antaranews.com/berita/735382/pemkot-jayapura-secara-aktif-menemukan-kasus-malaria
Rahayu, A. S., Elieser, & Iswanto, D. (2022). Gambaran karakteristik hasil pemeriksaan darah malaria di Puskesmas Kotaraja,
Jayapura. Jurnal Kedokteran Nanggroe Medika.
Riadi, A. (2014). Penerapan multimedia edukasi untuk peningkatan pemahaman siswa cara penyebaran dan pencegahan
penyakit malaria.






