Representasi Visual Ritual Warekma Suku Hubula dalam Film Dokumenter Etnografi

Authors

  • Miki Wuka Institut Seni Budaya Indonesia Tanah Papua Author
  • Muhamad Ilham M. Murda Institut Seni Budaya Indonesia Tanah Papua Author
  • Hence Sahusilawane Institut Seni Budaya Indonesia Tanah Papua Author

Keywords:

Desain komunikasi visual, Etnografi visual, Film dokumenter, Suku ,Hubula Warekma

Abstract

Ritual Warekma merupakan salah satu praktik kematian tradisional masyarakat Suku Hubula di Lembah Baliem, Papua, yang merepresentasikan hubungan antara kematian, leluhur, solidaritas sosial, dan struktur spiritual komunitas. Ritual ini dijalankan oleh klen Wuka Hilapok di Kampung Mulukmo melalui rangkaian prosesi pembakaran jenazah, bakar batu, persembahan babi, ratapan kolektif atau Dewene, serta penutupan masa duka. Penelitian ini bertujuan mendokumentasikan dan merepresentasikan ritual Warekma melalui medium film dokumenter etnografi sebagai strategi pelestarian budaya dan komunikasi visual berbasis perspektif internal masyarakat Hubula. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi visual. Data diperoleh melalui observasi partisipatif selama tujuh hari pelaksanaan ritual, wawancara dengan tokoh adat dan keluarga duka, dokumentasi audio-visual, serta catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Warekma terdiri atas tujuh tahapan utama, yaitu Wam Omali Ako, Wam Wakun dan Wam Iloko, Hai Wam Oak Sewelogo, Hai Lukai Sewelogo, Welegar, Hai Yirili Palek, dan Hai Inalowalik. Setiap tahapan memiliki makna simbolik yang mengatur waktu sosial, peran keluarga, tanggung jawab klan, dan ekspresi duka kolektif. Film dokumenter yang dihasilkan tidak hanya merekam peristiwa ritual, tetapi juga menyusun narasi visual yang etis, reflektif, dan menghormati nilai sakral masyarakat pemilik tradisi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film dokumenter etnografi dapat menjadi media penting dalam pengarsipan budaya, pendidikan lintas generasi, serta penguatan identitas visual masyarakat Hubula di tengah perubahan sosial kontemporer

References

Borish, D., Cunsolo, A., Mauro, I., Dewey, C., & Harper, S. L. (2021). Moving images, moving methods: Advancing documentary film for qualitative research. International Journal of Qualitative Methods, 20, 1–14. https://doi.org/10.1177/16094069211013646

Brown, M., O’Leary, M. J., & Joshi, H. (2024). Film ethnography and critical consciousness: Exploring a community-based action research methodology for Freirean transformation. Visual Studies, 39(3), 291–306. https://doi.org/10.1080/1472586X.2022.2161410

Burkholder, C., Aladejebi, F., & Schwab-Cartas, J. (2022). Embracing new paths in visual research facilitation: Opportunities, tensions & ethical considerations. Visual Studies, 37(1–2), 7–10. https://doi.org/10.1080/1472586X.2021.1962735

Cabasal, H. B. (2023). Social advocacy cinema: The mode of production by alternative multimedia collectives. Plaridel, 20(1), 163–200. https://doi.org/10.52518/2021-06cabasl

Gardner, R. (Director). (1964). Dead birds [Documentary film]. Film Study Center, Peabody Museum, Harvard University.

Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. New York, NY: Basic Books.

Glaw, X., Inder, K., Kable, A., & Hazelton, M. (2017). Visual methodologies in qualitative research: Autophotography and photo elicitation applied to mental health research. International Journal of Qualitative Methods, 16(1), 1–8. https://doi.org/10.1177/1609406917748215

Gwijangge, J. (2016). Sistem kekerabatan dan struktur sosial masyarakat Hubula di Lembah Baliem. Jurnal Antropologi Papua, 2(1), 55–66.

Hou, Y., Kenderdine, S., Picca, D., Egloff, M., & Adamou, A. (2022). Digitizing intangible cultural heritage embodied: State of the art. Journal on Computing and Cultural Heritage, 15(3), 1–20. https://doi.org/10.1145/3494837

Jati, R. P. (2021). Film dokumenter sebagai metode alternatif penelitian komunikasi. Avant Garde, 9(2), 141–155. https://doi.org/10.36080/ag.v9i2

Koentjaraningrat. (1994). Kebudayaan, mentalitas dan pembangunan. Jakarta, Indonesia: Gramedia Pustaka Utama.

Koningstein, M., & Azadegan, S. (2021). Participatory video for two-way communication in research for development. Action Research, 19(2), 218–236. https://doi.org/10.1177/1476750318762032

Lestari, M., & Pramudita, B. (2019). Media dokumenter sebagai strategi pelestarian budaya berbasis komunitas. Jurnal Komunikasi Budaya, 11(1), 77–89.

Marzi, S. (2023). Participatory video from a distance: Co-producing knowledge during the COVID-19 pandemic using smartphones. Qualitative Research, 23(3), 509–525. https://doi.org/10.1177/14687941211038171

Mondada, L., Monteiro, D. T., & Tekin, B. S. (2024). Collaboratively videoing mobile activities. Visual Studies, 39(3), 267–290. https://doi.org/10.1080/1472586X.2022.2086614

Mulyana, I. (2021). Etnografi visual dan pelestarian tradisi: Pendekatan partisipatif dalam dokumenter lokal. Jurnal Seni dan Budaya Nusantara, 5(2), 98–110.

Nichols, B. (2017). Introduction to documentary (3rd ed.). Bloomington, IN: Indiana University Press.

Pink, S. (2013). Doing visual ethnography (3rd ed.). London, England: SAGE Publications.

Rachman, Y. B. (2024). Unveiling local community initiatives and participation in safeguarding cultural heritage through digital spaces. Library Hi Tech News, 41(7), 17–19. https://doi.org/10.1108/LHTN-07-2024-0127

Ruby, J. (2000). Picturing culture: Explorations of film and anthropology. Chicago, IL: University of Chicago Press.

Sari, D. A. (2020). Representasi budaya lokal dalam film dokumenter etnografi. Jurnal Ilmu Komunikasi Visual, 8(2), 110–121.

Skublewska-Paszkowska, M., Milosz, M., Powroznik, P., & Lukasik, E. (2022). 3D technologies for intangible cultural heritage preservation: Literature review for selected databases. Heritage Science, 10, Article 3. https://doi.org/10.1186/s40494-021-00633-x

Spradley, J. P. (1979). The ethnographic interview. New York, NY: Holt, Rinehart and Winston.

Spradley, J. P. (1980). Participant observation. New York, NY: Holt, Rinehart and Winston.

Valentinčič Furlan, N. (2025). Methods and ethics of visual ethnography in the production of experiential and participatory films on intangible heritage. International Journal of Heritage Studies, 31(8), 1–20. https://doi.org/10.1080/13527258.2025.2520765

Widiastuti, A. (2018). Visualisasi budaya lokal dalam media digital: Studi kasus komunitas adat di Indonesia Timur. Jurnal Desain Komunikasi Visual Nusantara, 4(3), 35–45.

Yamin, A. (2012). Ritual pembakaran mayat (Warekma) pada masyarakat Muslim Dani. Harmoni, 11(4), 99–111. https://doi.org/10.32488/harmoni.v11i4.259

Published

17-12-2025

Issue

Section

Articles

How to Cite

Representasi Visual Ritual Warekma Suku Hubula dalam Film Dokumenter Etnografi. (2025). Jurnal Melanesia Visual Art, 1(1), 1-14. https://jurnal.isbi-tanahpapua.ac.id/index.php/jmva/article/view/18