Fenomena Mabuk Akibat Miras Di Abepura

Authors

  • Elsiana Kailey Institut Seni Budaya Indonesia Tanah Papua, Author
  • Muhammad Ilham Mustain Murda Institut Seni Budaya Indonesia Tanah Papua Author
  • Darlane Litaay Institut Seni Budaya Indonesia Tanah Papua Author
  • Lucia Lusi Ani Handayani universitas indonesia Author

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan merepresentasikan fenomena mabuk akibat konsumsi minuman keras (miras) melalui proses penciptaan karya seni tari kontemporer. Tujuan utama dari karya ini adalah menyampaikan pesan sosial dan edukatif mengenai bahaya miras terhadap kesehatan fisik, kondisi psikologis, dan hubungan sosial masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan narasumber utama, yaitu Dominggus Langer, seorang peminum miras yang mengalami dampak langsung dalam kehidupan pribadi dan sosialnya. Data tersebut diolah melalui proses reflektif dan kreatif dalam penciptaan tari, yang mencakup tahap eksplorasi, improvisasi, simbolisasi, dan koreografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karya tari mampu menyampaikan narasi emosional dan simbolik yang efektif dalam menggambarkan transisi kondisi seseorang dari sadar ke mabuk, serta dampaknya terhadap interaksi sosial. Gerakan-gerakan yang tidak stabil, ekspresi wajah, serta penggunaan simbol gerak berhasil mewakili kehilangan kontrol diri, konflik sosial, dan kerusakan relasi dalam masyarakat akibat alkohol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa seni tari kontemporer dapat menjadi media komunikasi yang kuat untuk mengangkat isu sosial, khususnya penyalahgunaan alkohol, melalui pendekatan yang estetis, empatik, dan edukatif. Karya ini diharapkan mampu menggugah kesadaran masyarakat dan mendorong perubahan perilaku sosial yang lebih sehat dan bertanggung jawab.

References

Aprellia. (2024). Dampak mengonsumsi minuman keras pada kalangan remaja. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2(3), 36–49.

Bennett, A., & Checkel, J. T. (2015). Process tracing and the social sciences: From metaphor to analytic tool. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9781139858472

Borgdorff, H. (2017). The conflict of the faculties: Perspectives on artistic research and academia. Leiden University Press.

Candy, L., & Edmonds, E. (2018). Practice-based research in the creative arts: Foundations and futures. Leonardo, 51(1), 63–69. https://doi.org/10.1162/LEON_a_01471

Darmalim, M. (2024). Dance of Torture [Video]. Instagram. https://www.instagram.com/

Hadi, Y. S. (2003). Aspek-aspek dasar koreografi kelompok. ISI Press.

Haseman, B. (2006). A manifesto for performative research. Media International Australia, 118(1), 98–106. https://doi.org/10.1177/1329878X0611800113

Hasmawati, D. (2020). Jeritan batin. Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua.

Kirk, J., & Miller, M. L. (2016). Reliability and validity in qualitative research. Sage Publications. https://doi.org/10.4135/9781412985659

Lepecki, A. (2016). Singularities: Dance in the age of performance. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315681027

Litaay, D. (2023). Training and the virtual: The second mouth cyborg. Theatre, Dance and Performance Training, 14(4), 554–556. https://doi.org/10.1080/19443927.2023.2274704

Manikory, D. R. (Director). (2019). Contemporary dance solo II [Video recording]. YouTube. https://www.youtube.com/

Martin, R. (2017). Critical moves: Dance studies in theory and politics. Duke University Press. https://doi.org/10.1215/9780822372750

Murgianto, S. (1993). Sebuah kritik tari. Deviri Ganan.

Nelson, R. (2013). Practice as research in the arts: Principles, protocols, pedagogies, resistances. Palgrave Macmillan. https://doi.org/10.1057/9781137282910

Nelson, R. (2019). Practice-as-research and the problem of knowledge. Performance Research, 24(1), 1–7. https://doi.org/10.1080/13528165.2019.1587545

Prandanta, G., & Priyono, D. (2021). Implikasi alkohol akibat minuman keras oplosan terhadap kesehatan masyarakat. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 17–28.

Reason, M., & Reynolds, D. (2016). Kinesthesia, empathy, and related pleasures: An inquiry into audience experiences of watching dance. Dance Research Journal, 48(2), 55–68. https://doi.org/10.1017/S0149767716000100

Smith, H., & Dean, R. T. (2018). Practice-led research, research-led practice in the creative arts (2nd ed.). Edinburgh University Press. https://doi.org/10.3366/edinburgh/9780748646470.001.0001

World Health Organization. (2018). Global status report on alcohol and health 2018. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789241565639

World Health Organization. (2023). Global alcohol action plan 2022–2030. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789240063445

World Health Organization. (2024). Alcohol, health and society: Policy brief. World Health Organization. https://www.who.int/publications

Published

2026-01-12

Issue

Section

Artikel